Artifical-Intelligence-Tangan-Kanan-Human-Resources

Artifical Intelligence, Tangan Kanan Human Resources

Memasuki era teknologi 4.0, pelaku bisnis dan perusahaan dituntut untuk mampu hidup berdampingan dengan teknologi yang hadir dengan kemampuan untuk memudahkan berbagai pekerjaan. Baik dalam bentuk perangkat fisik atau perangkat lunak seperti mesin akan menjadi masa depan manusia. Salah satu contoh kemajuan teknologi tersebut adalah lahirnya artificial intelligence.

Artificial intelligence atau kecerdasan buatan adalah simulasi kecerdasan manusia yang diterapkan dalam mesin atau komputer dan diprogram secara khusus secara otomatis untuk bisa menjalankan pekerjaan yang sebelumnya hanya dilakukan oleh manusia. Salah satu contoh yang sering kita temukan dalam kegiatan sehari hari adalah penggunaan chatbot dan hadirnya asisten pribadi pada ponsel, seperti siri. Solusi perangkat lunak dengan menggunakan teknologi artificial intelligence juga akan menjadi idaman bagi para pelaku bisnis dan perusahaan di masa mendatang.

Pemanfaatan teknologi artificial intelligence saat ini sudah teradaptasi dalam berbagai bidang, sebut saja dalam bidang human resources. Penggunaan teknologi ini akan menjadi gaya hidup human resources. Jika berkaitan dengan kegiatan human resources, artificial intelligence dapat bermanfaat dalam berbagai kegiatan, seperti administrasi, talent acquisition, learning and development, dan employee engagement. Teknologi ini bukanlah menjadi sebuah tren, tetapi menjadi sebuah keharusan yang perusahaan miliki untuk dimanfaatkan sebaik mungkin. 

Kemudahan yang dapat dinikmati seperti menyaring resume, memperoleh wawasan yang lebih luas tentang calon karyawan, dan mencari posisi yang cocok untuk calon karyawan menjadi hal yang menjanjikan saat memanfaatkan artificial intelligence. Selain itu, hadirnya artificial intelligence dapat menghemat waktu dan tenaga serta meminimalisirkan kesalahan yang mungkin terjadi oleh manusia. Penggunaan teknologi artificial intelligence dalam beberapa tahun terakhir tercatat meningkat pesat.

Berikut beberapa pekerjaan human resources yang menjadi mudah dengan bantuan teknologi artificial intelligence.

1. Talent acquisition

Artificial intelligence dapat diadaptasi ketika human resources ingin menyaring kandidat dalam tahapan rekrutmen. Teknologi ini dapat memberikan peringkat pada seluruh kandidat yang terlihat memiliki potensi sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh perusahaan. Selain itu, artificial intelligence juga dapat membantu mengidentifikasi kandidat yang terlihat pasif, yaitu kandidat yang memiliki minat pada lowongan kerja namun tidak sering mengirimkan aplikasi pekerjaan. Caranya mudah untuk diaplikasikan, hanya dengan menggunakan layanan analisis data yang tersedia secara online untuk memeriksa latar belakang pendidikan, pengalaman, keahlian, rekomendasi, media sosial dan berbagai data lain yang dibutuhkan human resources dalam kegiatan talent acquisition.

2. Employee Engagement

Dalam mendukung produktivitas karyawan saat sedang bekerja, kegiatan employee engagement menjadi salah satu faktor yang penting. Untuk itu, pelaku human resources dapat mengaplikasikan teknologi artificial intelligence pada berbagai platform komunikasi seperti chatbot. Tentunya penggunaan chatbot harus bisa memahami bahasa manusia, agar karyawan bisa menghubungi human resources untuk bertanya berbagai hal kapan saja. Chatbot juga harus didukung dengan kemampuan untuk menjawab pertanyaan yang sudah pernah ditanyakan sebelumnya. Dari platform ini, human resources dapat memeriksa feedback yang didapatkan dari karyawan. Hasilnya dapat menghemat waktu human resources untuk menjawab pertanyaan karyawan dan bisa mereduksi pergantian karyawan karena yang muncul karena masalah dan ketidaknyamanan yang karyawan rasakan.

3. Administrasi Karyawan

Dalam kegiatan administrasi, artificial intelligence dapat membantu human resources pada pekerjaan yang bersifat repetitif dan bervolume tinggi. Sebut saja seperti berbagi informasi terkait pembayaran gaji, manajemen timesheet dan absensi karyawan, hingga data perkembangan kinerja karyawan. Jika sudah memanfaatkan teknologi artificial intelligence yang mumpuni, secara otomatis sistem dalam mesin dapat menghasilkan pesan otomatis untuk kandidat, membuat jadwal wawancara secara otomatis, dan menginformasikan tim human resources apabila terdeteksi ada kandidat yang memenuhi kriteria yang dicari.

4. Learning and Development

Teknologi artificial intelligence dalam kegiatan learning and development pada bidang human resources dapat membantu untuk menciptakan materi serta jenis pembelajaran yang dibutuhkan oleh karyawan sesuai dengan keahlian masing masing. Selain itu, teknologi artificial intelligence juga dapat merekomendasikan program pelatihan yang cocok ataupun berpotensi disukai untuk karyawan. Hal ini bisa didasarkan pada peringkat dan performa karyawan. Sistem kerja seperti ini sudah banyak digunakan dalam berbagai bidang selain human resources, seperti dalam aplikasi streaming yang bisa merekomendasikan tontonan yang disukai berdasarkan yang pernah ditonton pengguna sebelumnya.

Manfaat Artificial Intelligence

Jika dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin, teknologi artificial intelligence dapat menjadi tangan kanan human resources untuk memudahkan dalam menyelesaikan tugas. Hal ini juga menuntut tim human resources untuk menyesuaikan diri sehingga dapat bekerjasama dengan mesin (artificial intelligence).  Menjadi adaptif, itulah kunci utamanya. Selain itu, human resources juga harus bisa memahami dengan baik teknologi ini dan memperkenalkannya kepada karyawan dengan komunikasi yang jelas dan mudah dipahami.

Ketika teknologi artificial intelligence tidak dapat kita manfaatkan dengan baik, seperti memasukkan data yang tidak diseleksi secara terus menerus, maka secara tidak langsung akan menciptakan algoritma bias pada sistem. Misalnya, ketika human resources memilih untuk fokus mencari kandidat dari lulusan universitas tertentu atau berdasarkan gender, bukan dari pengalaman kandidat. Alhasil, data yang diperoleh hanyalah data yang kita inginkan dan mengabaikan kandidat lain yang memiliki kemampuan mumpuni untuk mendukung kemajuan perusahaan. Meskipun ni merupakan sebuah teknologi yang sudah canggih, tapi mesin (artificial intelligence) tentu tidak bisa kemampuannya kita samakan dengan manusia yang merupakan penciptanya.

Melalui artikel ini, kita dapat kesimpulan bahwa walaupun teknologi artificial intelligence tidak sepenuhnya kita percayai sebagai tangan kanan human resources, namun divisi ini tetap membutuhkan sumber daya manusia untuk menyeimbangkan kinerja agar tetap efisien. Kecerdasan buatan tentunya tidak akan sebanding dengan kecerdasan asli manusia. Namun, dapat menjadi fitur yang bermanfaat bagi perusahaan. Semoga setelah membaca artikel ini, anda tertarik untuk mulai menerapkan teknologi artificial intelligence untuk memudahkan kinerja human resources dan menghasilkan output yang memuaskan bagi perusahaan.

muncul banyak teknologi yang bisa membantu pekerjaan manusia, salah satunya adalah

Tentang Penulis

Mario Soriton